{"id":5287,"date":"2025-07-30T01:20:55","date_gmt":"2025-07-30T01:20:55","guid":{"rendered":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/?p=5287"},"modified":"2025-07-30T02:27:15","modified_gmt":"2025-07-30T02:27:15","slug":"apa-itu-infeksi-telinga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2025\/07\/30\/apa-itu-infeksi-telinga\/","title":{"rendered":"Apa Itu Infeksi Telinga"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/asset-a.grid.id\/crop\/0x0:0x0\/x\/photo\/2019\/02\/20\/2862428843.jpg\" alt=\"Berikut Ini Gejala Infeksi Telinga Pada Orang Dewasa, Banyak yang  Mengabaikannya - Semua Halaman - Grid Health\" width=\"437\" height=\"245\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><strong>Apa Itu Infeksi Telinga-<\/strong><\/strong> Infeksi telinga adalah penyakit yang terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur menyerang dan menyebabkan peradangan pada telinga. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, demam, hingga gangguan pendengaran. Penanganan infeksi telinga akan disesuaikan dengan penyebab dan keparahan gejalanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Telinga&nbsp;terdiri dari tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Infeksi telinga dapat terjadi di berbagai bagian telinga, tetapi paling sering menyerang liang telinga luar dan tengah, termasuk gendang telinga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa Itu Infeksi Telinga- <\/strong>Infeksi telinga sangat umum terjadi, terutama pada anak-anak. Sekitar 80\u201390% anak mengalaminya sebelum usia 3 tahun. Hal ini karena struktur telinga dan sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang optimal. Alhasil, kuman mudah masuk dan terperangkap di dalam telinga sehingga mengakibatkan infeksi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Penyebab Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Apa Itu Infeksi Telinga-<\/strong> Infeksi telinga bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Berikut akan dijelaskan penyebab infeksi telinga berdasarkan jenis kumannya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h4><strong>Bakteri<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Apa Itu Infeksi Telinga-<\/strong> Infeksi telinga akibat bakteri paling sering terjadi, terutama pada saluran telinga luar dan tengah. Beberapa jenis bakteri yang umum ditemukan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><em><em>Staphylococcus&nbsp;aureus<\/em><\/em><\/li><li><em>Pseudomonas&nbsp;aeruginosa<\/em><\/li><li><em>Haemophilus&nbsp;influenzae<\/em><\/li><li><em>Streptococcus pneumoniae<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h4><strong>Virus<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Virus umumnya menyebabkan infeksi telinga tengah sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain itu, ada beberapa jenis virus yang juga bisa menyerang telinga bagian dalam. Virus yang sering terlibat meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><em>Rhinovirus<\/em><\/li><li><em>Respiratory&nbsp;syncytial virus<\/em>&nbsp;(RSV)<\/li><li><em>Influenza<\/em><\/li><li><em>Herpes simplex virus<\/em><\/li><li><em>Epstein-Barr virus<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h4><strong>Jamur<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Infeksi telinga akibat jamur umumnya terjadi di saluran telinga bagian luar. Jenis jamur yang sering menjadi penyebabnya antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><em>Aspergillus niger<\/em><\/li><li><em>Aspergillus fumigatus<\/em><\/li><li><em>Candida albicans<\/em><\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Faktor risiko infeksi telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa kondisi berikut bisa membuat kuman penyebab infeksi telinga lebih mudah masuk dan berkembang di dalam telinga:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Kondisi&nbsp;lubang telinga yang terlalu lembap, baik akibat keringat berlebih, cuaca lembap, maupun kemasukan air<\/li><li>Liang&nbsp;telinga tergores atau lecet, misalnya akibat menggaruk liang telinga dengan jari, membersihkan telinga dengan&nbsp;<em>cotton bud<\/em>, atau menggunakan&nbsp;<em>earbuds<\/em>&nbsp;maupun&nbsp;alat bantu dengar<\/li><li>Iritasi&nbsp;atau reaksi alergi, misalnya akibat penggunaan produk perawatan rambut atau sampo yang tidak sengaja masuk ke liang telinga<\/li><li>Riwayat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti&nbsp;batuk pilek&nbsp;atau&nbsp;sinusitis, yang dapat memicu penumpukan cairan di telinga tengah<\/li><li>Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok<\/li><li>Perubahan tekanan udara yang mendadak, misalnya saat naik pesawat atau menyelam<\/li><li>Kebersihan telinga yang kurang terjaga, misalnya membersihkan telinga dengan alat yang kotor maupun cara yang salah atau, atau tidak mengeringkan telinga dengan baik setelah mandi maupun berenang<\/li><li>Berenang, terutama di air yang kotor atau kolam renang yang tidak mengandung&nbsp;klorin&nbsp;<\/li><li>Bentuk saluran telinga yang sempit sehingga bisa membuat air terjebak di dalam telinga, seperti pada anak penderita&nbsp;bibir sumbing<\/li><li>Daya tahan tubuh yang lemah, termasuk balita, lansia, penderita&nbsp;penyakit kronis, seperti&nbsp;diabetes&nbsp;atau&nbsp;HIV\/AIDS<\/li><li>Kebiasaan minum susu dari botol sambil berbaring, karena susu dapat mengalir ke dalam rongga telinga bagian tengah<\/li><li>Eksim,&nbsp;dermatitis seboroik, atau&nbsp;psoriasis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Jenis-Jenis Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong><strong>Apa Itu Infeksi Telinga-<\/strong><\/strong> Infeksi telinga bisa terjadi di saluran telinga bagian luar, tengah, atau dalam. Berikut adalah jenis-jenis infeksi telinga berdasarkan penyebab dan bagian yang terinfeksi:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Otitis eksterna, yaitu infeksi bakteri yang terjadi di telinga bagian luar, tepatnya di saluran antara lubang telinga dan gendang telinga<\/li><li>Otomikosis, yaitu infeksi jamur yang terjadi&nbsp;di saluran telinga bagian luar<\/li><li>Otitis media, yaitu peradangan pada telinga bagian tengah akibat infeksi bakteri atau virus<\/li><li>Miringitis bulosa, yaitu radang gendang telinga akibat infeksi virus atau bakteri<\/li><li>Labirinitis, yang termasuk&nbsp;infeksi telinga dalam, yaitu peradangan pada labirin akibat infeksi virus atau bakteri<\/li><li>Vestibular neuritis, yaitu infeksi virus pada saraf vestibular yang menghubungkan telinga bagian dalam ke otak<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Gejala&nbsp;<\/strong><strong>Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gejala infeksi telinga sangat beragam, tergantung pada bagian telinga yang terkena. Secara umum, berikut adalah keluhan yang timbul akibat infeksi telinga:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Kemerahan dan gatal di daun telinga atau liang telinga<\/li><li>Nyeri telinga, termasuk pada daun telinga<\/li><li>Keluar cairan bening, hijau, abu-abu, hitam, atau nanah dari liang telinga<\/li><li>Telinga terasa penuh<\/li><li>Demam<\/li><li>Pembengkakan kelenjar getah bening<\/li><li>Vertigo<\/li><li>Pusing, mual, muntah<\/li><li>Telinga berdenging&nbsp;(tinnitus)<\/li><li>Pendengaran hilang atau berkurang secara tiba-tiba di salah satu telinga<\/li><li>Kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan<\/li><li>Nistagmus&nbsp;atau gerakan mata yang cepat dan di luar kendali<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pada bayi dan anak-anak, tanda dan gejala yang muncul akibat infeksi telinga antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Sering menarik atau menggaruk daun telinga<\/li><li>Rewel atau menangis lebih sering daripada biasanya<\/li><li>Susah tidur&nbsp;<\/li><li>Demam<\/li><li>Respons terhadap suara berkurang<\/li><li>Hilang keseimbangan<\/li><li>Kurang nafsu makan disertai mual atau muntah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h4><strong>Kapan harus ke dokter<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika muncul gejala infeksi telinga, terutama yang tidak membaik dalam waktu 3 hari, atau sering kambuh dalam beberapa bulan. Guna mendapat respons yang cepat, berkonsultasilah ke <strong>RS. BHAYANGKARA TK.III<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan ke dokter sebaiknya segera dilakukan jika gejala infeksi telinga muncul pada bayi atau anak dengan kondisi medis tertentu, seperti&nbsp;cystic fibrosis&nbsp;atau&nbsp;penyakit jantung bawaan. Alasannya, anak dengan kondisi tersebut lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi telinga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul keluhan serius berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Demam&nbsp;dengan suhu lebih dari 39oC<\/li><li>Nyeri parah di telinga yang tidak tertahankan<\/li><li>Keluar nanah atau darah dari telinga<\/li><li>Hilang pendengaran<\/li><li>Leher kaku<\/li><li>Wajah turun sebelah atau&nbsp;muka tidak simetris<\/li><li>Pandangan berbayang<\/li><li>Gejala infeksi telinga muncul berulang atau berkepanjangan selama beberapa bulan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Diagnosis&nbsp;<\/strong><strong>Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan pasien, lalu melakukan&nbsp;pemeriksaan THT.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan dilanjutkan dengan melihat kondisi lubang dan gendang telinga menggunakan alat periksa telinga (otoskop). Alat berbentuk teropong kecil ini dilengkapi lampu dan kaca pembesar di ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, dokter dapat langsung menegakkan diagnosis infeksi telinga melalui pemeriksaan THT dan otoskop. Namun, guna lebih memastikan diagnosis, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Timpanosentesis, yaitu pengambilan sampel cairan telinga untuk mendeteksi kuman penyebab infeksi&nbsp;<\/li><li>Timpanometri, untuk mendeteksi pembengkakan di gendang telinga yang sering terjadi akibat infeksi telinga<\/li><li>Reflektometri akustik, untuk mengukur jumlah suara yang dipantulkan gendang telinga guna mengetahui banyaknya cairan di dalam telinga<\/li><li>Tes pendengaran, termasuk&nbsp;tes audiometri, untuk menilai kemampuan mendengar dan mendeteksi masalah pendengaran<\/li><li>CT scan&nbsp;kepala, untuk memeriksa apakah infeksi telah menyebar ke telinga bagian dalam<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Pengobatan&nbsp;<\/strong><strong>Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengobatan infeksi telinga akan disesuaikan dengan jenis infeksi dan tingkat keparahannya. Metode penanganan infeksi telinga bisa berupa perawatan mandiri, pemberian obat-obatan, atau operasi, seperti yang dijelaskan berikut ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4><strong>1. Terapi mandiri<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Apa Itu Infeksi Telinga-<\/strong> Infeksi telinga yang tergolong ringan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Untuk membantu meredakan gejala, ada beberapa upaya perawatan yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Mengompres hangat telinga yang sakit, selama 10\u201315 menit beberapa kali sehari, untuk membantu mengurangi nyeri<\/li><li>Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti&nbsp;paracetamol&nbsp;atau&nbsp;ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan<\/li><li>Menjaga posisi kepala tetap lebih tinggi saat berbaring, misalnya dengan menambahkan bantal, guna mengurangi tekanan di area telinga<\/li><li>Menghindari masuknya air ke dalam telinga, terutama saat mandi atau berenang, agar infeksi tidak bertambah parah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Meskipun perawatan mandiri bisa membantu meredakan gejala, penting untuk tetap memantau kondisi. Jika nyeri tidak kunjung membaik dalam 2\u20133 hari, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.<\/p>\n\n\n\n<h4><strong>2. Obat-obatan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada beberapa kasus infeksi telinga, seperti otitis eksterna dan otomikosis, dokter akan membersihkan kotoran di liang telinga dengan alat khusus sebelum meresepkan obat. Metode ini dilakukan agar obat tetes telinga dapat meresap dan bekerja lebih efektif di seluruh area yang terinfeksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Obat-obatan yang diresepkan dokter tergantung pada jenis infeksi telinga dan tingkat keparahannya, serta usia pasien. Berikut adalah beberapa jenis obat yang digunakan dalam penanganan infeksi telinga:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Kortikosteroid, seperti&nbsp;betametason tetes telinga, untuk meredakan peradangan di liang telinga<\/li><li><em>Acidic solution<\/em>, seperti&nbsp;asam borat tetes telinga, untuk menormalkan kadar pH di bagian saluran telinga dan meredakan peradangan<\/li><li>Antibiotik bentuk minum, seperti&nbsp;Novamox; atau antibiotik sediaan tetes telinga yang mengandung&nbsp;gentamicin&nbsp;atau&nbsp;polymyxin B, untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri<\/li><li>Antijamur&nbsp;tetes telinga, untuk membasmi infeksi di liang telinga yang disebabkan oleh jamur<\/li><li>Antijamur sediaan krim atau losion, seperti&nbsp;ketoconazole&nbsp;dan&nbsp;clotrimazole, bila infeksi jamur menyerang bagian luar telinga<\/li><li>Antivirus, seperti&nbsp;Clinovir, digunakan apabila infeksi disebabkan oleh virus, misalnya pada vestibular neuritis akibat herpes<\/li><li>Antihistamin&nbsp;jika infeksi telinga terjadi karena alergi<\/li><li>Dekongestan&nbsp;jika infeksi telinga disebabkan oleh&nbsp;hidung tersumbat&nbsp;atau&nbsp;flu<\/li><li>Antiemetik, seperti&nbsp;Trovensis&nbsp;atau&nbsp;Dimetic, pada infeksi telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing berputar serta mual dan muntah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h4><strong>3. Prosedur medis atau operasi<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika infeksi telinga terjadi secara berulang, menetap dalam waktu lama, atau menyebabkan gangguan pendengaran, dokter dapat merekomendasikan tindakan medis lebih lanjut. Prosedur yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><em>Myringotomy<\/em>, yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di gendang telinga. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan cairan atau nanah yang terperangkap di telinga tengah.<\/li><li><em>Tympanostomy<\/em>, yaitu pemasangan tabung ventilasi di gendang telinga setelah&nbsp;<em>myringotomy<\/em>, untuk mencegah terjadinya penumpukan cairan dan mengurangi risiko infeksi berulang<\/li><li>Adenoidektomi, yaitu operasi pengangkatan kelenjar adenoid pada infeksi telinga yang disebabkan oleh pembesaran kelenjar adenoid<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Komplikasi&nbsp;<\/strong><strong>Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Apa Itu Infeksi Telinga-<\/strong> Infeksi telinga yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi, yang tergantung pada jenis infeksi dan tingkat keparahannya. Berikut ini adalah komplikasinya:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Gendang telinga pecah<\/li><li>Infeksi jangka panjang (otitis eksterna kronis), misalnya akibat resistensi antibiotik pada bakteri penyebabnya<\/li><li>Infeksi yang menyebar ke tulang di sekeliling saluran telinga (osteomielitis)<\/li><li>Infeksi pada lapisan dalam kulit di sekitar telinga (selulitis)<\/li><li>Infeksi di tulang belakang telinga (mastoiditis)<\/li><li>Infeksi yang menyebar ke selaput otak dan menyebabkan&nbsp;meningitis&nbsp;<\/li><li>Gangguan tumbuh kembang dan keterlambatan bicara pada anak<\/li><li>Tuli&nbsp;sementara atau permanen<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<h3><strong>Pencegahan&nbsp;<\/strong><strong>Infeksi Telinga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya infeksi telinga adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Memiringkan kepala untuk mengeluarkan air yang masuk ke telinga setelah mandi atau berenang<\/li><li>Mengeringkan daun telinga dengan handuk setelah mandi atau berenang&nbsp;<\/li><li>Menggunakan pelindung telinga saat&nbsp;berenang<\/li><li>Tidak berenang di sembarang tempat, seperti danau atau sungai<\/li><li>Tidak membersihkan atau mengorek telinga menggunakan&nbsp;<em>cotton bud<\/em>, jari, pulpen, pensil, atau benda lain<\/li><li>Cuci tangan&nbsp;secara rutin dengan sabun dan air mengalir untuk menghindari kuman penyebab batuk pilek<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sementara itu, cara untuk mencegah terjadinya infeksi telinga pada anak antara lain:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Berikan&nbsp;ASI eksklusif<\/li><li>Jika&nbsp;minum susu dari botol, posisikan tubuh bayi agar sedikit lebih tegak agar susu tidak masuk ke dalam telinga<\/li><li>Pastikan anak mendapatkan&nbsp;imunisasi&nbsp;lengkap sesuai jadwal dari dokter<\/li><li>Ajarkan anak untuk menjaga kebersihan dengan&nbsp;rutin mencuci tangan&nbsp;dan menutup mulut dengan siku tangan atau tisu saat bersin<\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p id=\"block-fef697b5-ab61-4967-975e-3911d10821c5\">Jika Kamu ingin berkonsultasi bisa langsung konsultasi ke Dokter Spesialis THT di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/pelayanan\/jadwal-poliklinik-dokter-spesialis-rs-bhayangkara-banjarmasin\/\"><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/pelayanan\/jadwal-poliklinik-dokter-spesialis-rs-bhayangkara-banjarmasin\/\"><strong>RS. BHAYANGKARA TK.III<\/strong> <strong>BANJARMASIN<\/strong><\/a><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p id=\"block-b0717177-3011-4be2-b69a-50106fbf4d03\">Berikut daftar Dokternya:<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>dr. Elvi Syahrina F., Sp. THT -KL<\/strong><\/li><li><strong>dr. Winda Safitri, Sp. THT -KL<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sumber:<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/infeksi-telinga#:~:text=Infeksi%20telinga%20adalah%20penyakit%20yang,dalam%20telinga%20sehingga%20mengakibatkan%20infeksi.\">https:\/\/www.alodokter.com\/infeksi-telinga#:~:text=Infeksi%20telinga%20adalah%20penyakit%20yang,dalam%20telinga%20sehingga%20mengakibatkan%20infeksi.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p>Bojanovi\u0107, M., et al. (2023). Etiology, Predisposing Factors, Clinical Features and Diagnostic Procedure of Otomycosis: A Literature Review. J Fungi (Basel), 9(6), 662. DOI: 10.3390\/jof9060662.<br>Brattstr\u00f6m, P., et al. (2023). Decongestants and antihistamines for acute otitis media in children. Cochrane Database Syst Rev, (11), DOI: 10.1002\/14651858.CD015839.<br>National Health Service UK (2025). Ear Infections.<br>National Health Service UK (2023). Labyrinthitis and vestibular neuritis.<br>National Health Service Scotland (2023). Middle ear infection (otitis media).<br>Australian Government (2024). Health Direct. Ear Infections.<br>Victoria State Government. BetterHealth Channel. Ear Infections.<br>National Institute of Health (2024). Infectious myringitis.<br>National Institute on Deafness and Other Communication Disorder (2022). Ear Infections in Children.<br>Cleveland Clinic (2024). Swimmer\u2019s Ear (Otitis Externa).<br>Cleveland Clinic (2024). Labyrinthitis.<br>Cleveland Clinic (2023). Fungal Ear Infection (Otomycosis).<br>Cleveland Clinic (2023). Bullous Myringitis.<br>Cleveland Clinic (2023). Vestibular Neuritis.<br>Mayo Clinic (2025). Ear Infection (Middle Ear).<br>Mayo Clinic (2025). Swimmer&#8217;s Ear.<br>Family Doctor (2024). Ear Infection.<br>Healthline (2023). Ear Infections Causes, Symptoms, and Treatment.<br>Patient Info (2023). Middle ear infection (otitis media).<br>WebMD (2023). Understanding Ear Infections \u2013 the Basics.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:100px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Baca juga postingan kami yang lain :<\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts wp-block-latest-posts__list\"><li><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2026\/05\/13\/layanan-pemeriksaan-kadar-alkohol-dalam-tubuh\/\">Layanan Pemeriksaan Kadar Alkohol dalam Tubuh<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2026\/05\/13\/promo-layanan-vaksinasi-untuk-umroh\/\">Jangan Lewatkan! Promo Layanan Vaksinasi Untuk Umroh dan Haji di Bulan Mei<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2026\/04\/20\/manfaat-aplikasi-mobile-jkn\/\">Manfaat Aplikasi Mobile JKN<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2026\/04\/17\/alur-pelayanan-pendaftaran-online\/\">Alur Pelayanan Pendaftaran Online<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2026\/04\/16\/apa-itu-ambeien-2\/\">Apa Itu Ambeien?<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Infeksi Telinga- Infeksi telinga adalah penyakit yang terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur menyerang dan menyebabkan peradangan pada telinga. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, demam, hingga gangguan pendengaran. Penanganan infeksi telinga akan disesuaikan dengan penyebab dan keparahan gejalanya.&nbsp; Telinga&nbsp;terdiri dari tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Infeksi telinga &#8230;.&nbsp;&nbsp;<a class=\" default\" href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2025\/07\/30\/apa-itu-infeksi-telinga\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6,45,57],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5287"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5287"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5313,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5287\/revisions\/5313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}