{"id":4587,"date":"2024-06-13T06:05:38","date_gmt":"2024-06-13T06:05:38","guid":{"rendered":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/?p=4587"},"modified":"2024-06-13T06:05:38","modified_gmt":"2024-06-13T06:05:38","slug":"apa-itu-penyakit-asma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2024\/06\/13\/apa-itu-penyakit-asma\/","title":{"rendered":"Apa Itu Penyakit Asma?"},"content":{"rendered":"<div class=\"article-page__image-container\">\n<div class=\"main-image\">\n<div class=\"img-wrapper\"><img loading=\"lazy\" class=\"default-image-style aligncenter\" src=\"https:\/\/d1vbn70lmn1nqe.cloudfront.net\/prod\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/05042951\/asma-halodoc.jpg.webp\" sizes=\"100vw\" alt=\"undefined\" width=\"600\" height=\"331\" \/><\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h2 id=\"h-apa-itu-asma\">Apa Itu Asma?<\/h2>\n<p><a href=\"http:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\">Penyakit Asma adalah<\/a>\u00a0 salah satu masalah paru-paru yang membuat pengidapnya kesulitan bernapas akibat peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan.<\/p>\n<p>Tak hanya kesulitan bernapas, asma juga menyebabkan gejala lain seperti mengi, batuk-batuk, dan nyeri dada.<\/p>\n<p>Saluran pernapasan pada pengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan orang lain tanpa asma.<\/p>\n<p>Ketika paru-paru teriritasi akibat zat pemicu (asap rokok, debu, bulu binatang, dll.) maka otot-otot saluran pernapasan pada pengidapnya menjadi kaku dan menyempit.<\/p>\n<h2 id=\"h-gejala-asma\"><b>Gejala Asma<\/b><\/h2>\n<p>Seseorang yang mengidap asma bisa mengalami beragam gejala, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Sesak dada;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Batuk, terutama pada malam atau dini hari;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Sesak napas;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Mengi, yang menyebabkan suara siulan saat mengeluarkan napas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pola gejala pada setiap pengidap asma pun bisa berbeda. Meski begitu, pola gejala yang paling umum yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama;<\/li>\n<li>Mulai atau memburuk dengan infeksi virus, seperti pilek;<\/li>\n<li>Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau hiperventilasi karena tertawa atau menangis;<\/li>\n<li>Lebih buruk di malam hari atau di pagi hari.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-faktor-risiko-asma\"><b>Faktor Risiko Asma<\/b><\/h2>\n<p>Bakteri yang berasal dari debu sering menjadi pemicu utama penyakit\u00a0asma.<\/p>\n<p>Bakteri tersebut bernama endotoxin yang umumnya berada pada perkakas rumah, terutama di kamar tidur yang menimbulkan gejala asma.<\/p>\n<p>Faktor risiko lain yang dapat memicu penyakit asma, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Rokok.<\/li>\n<li>Bulu binatang.<\/li>\n<li>Udara dingin.<\/li>\n<li>Infeksi virus.<\/li>\n<li>Paparan zat kimia.<\/li>\n<li>Aktivitas fisik.<\/li>\n<li>Infeksi paru-paru dan saluran napas bagian atas.<\/li>\n<li>Pekerjaan tertentu seperti tukang las, kayu, atau pekerja pabrik tekstil;<\/li>\n<li>Emosi yang berlebihan (tertawa terbahak-bahak atau kesedihan yang berlarut-larut).<\/li>\n<li>Alergi makanan, seperti kacang-kacangan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-penyebab-asma\"><b>Penyebab Asma<\/b><\/h2>\n<p>Asma adalah jenis penyakit yang dapat menimpa segala usia.<\/p>\n<p>Kondisi ini paling sering disebabkan oleh debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik,\u00a0infeksi virus sampai paparan zat kimia.<\/p>\n<p>Namun, hingga kini penyebab utama asma belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, pengidap asma terbukti memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif.<\/p>\n<p>Ketika paru-paru terkena iritasi, maka otot saluran pernapasan jadi kaku dan menyempit. Kemudian, produksi dahak meningkat, sehingga membuat pengidapnya kesulitan bernapas.<\/p>\n<p>Pada anak-anak, gejala asma akan menghilang dengan sendirinya saat memasuki usia remaja.<\/p>\n<p>Namun, anak-anak yang memiliki gejala asma cukup berat, kondisinya bisa bertahan atau muncul kembali di masa mendatang.<\/p>\n<p>Apakah\u00a0Gejala Asma Sering Kambuh? Saatnya Konsultasi ke Dokter Ini.<\/p>\n<h2 id=\"h-diagnosis-asma\"><b>Diagnosis Asma<\/b><\/h2>\n<p>Di tahap awal, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Perlu kamu ketahui bahwa diagnosis asma didasari oleh gejala yang bersifat episodik, gejala berupa batuk, sesak napas, mengi, rasa berat di dada, dan variabilitas yang berkaitan dengan cuaca.<\/p>\n<p>Untuk membantu menegakkan diagnosis asma, dokter mungkin perlu melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.<\/p>\n<p>Contohnya faal paru dengan alat spirometer. Pengukuran faal paru digunakan untuk menilai:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Obstruksi jalan napas;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Reversibiliti kelainan faal paru;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Variabiliti faal paru, sebagai penilaian tidak langsung hiperes-ponsif jalan napas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ada pula beberapa tes lainnya untuk membantu dokter untuk mendiagnosis asma, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Pemeriksaan arus puncak ekspirasi dengan alat\u00a0<i>peak flow rate meter<\/i>;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Uji reversibilitas (dengan bronkodilator);<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Uji provokasi bronkus, untuk menilai ada\/tidaknya hiperaktivitas bronkus;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Uji alergi untuk menilai ada atau tidaknya alergi;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Foto torak, untuk menyingkirkan penyakit selain asma.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-komplikasi-asma\"><b>Komplikasi Asma<\/b><\/h2>\n<p>Penyakit asma yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai komplikasi, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi);<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menurunnya performa di sekolah atau pekerjaan;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tubuh sering terasa lelah;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Status asmatikus, yaitu kondisi asma yang parah dan tidak dapat merespon dengan terapi normal;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Pneumonia;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Gagal pernapasan;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Kematian.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"h-pengobatan-asma\"><b>Pengobatan Asma<\/b><\/h2>\n<p>Ada dua hal yang perlu dilakukan dalam pengobatan asma, yakni meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, pengidap asma perlu disiplin menjalani pengobatan dengan dokter agar asma tetap terkendali.<\/p>\n<p>Di samping melakukan pengobatan, pengidap asma juga harus menghindari dari hal-hal yang memicu kekambuhan.<\/p>\n<p>Biasanya, dokter merekomendasikan\u00a0inhaler\u00a0sebagai pengobatan saat gejala asma muncul.<\/p>\n<p>Namun, penggunaan\u00a0inhaler\u00a0juga\u00a0berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna.<\/p>\n<p>Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan\u00a0inhaler\u00a0maupun obat, maka perlu tindakan medis di rumah sakit.<\/p>\n<p>Pasalnya, asma juga dapat membahayakan nyawa pengidapnya<\/p>\n<h2 id=\"h-pencegahan-asma\"><b>Pencegahan\u00a0Asma<\/b><\/h2>\n<p>Masalah paru yang satu ini adalah jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur pola hidup sehat.<\/p>\n<p>Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Mengenali dan menghindari pemicu asma;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur;<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memonitor kondisi saluran napas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perlu diperhatikan, penggunaan\u00a0inhaler justru berisiko meningkatkan reaksi asma.<\/p>\n<p>Oleh karena itu,\u00a0penting untuk mendiskusikannya dengan dokter, supaya rencana penanganan asma disesuaikan dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>Vaksinasi flu dan pneumonia juga disarankan untuk pengidap asma untuk mencegah komplikasi berbahaya yang berkaitan dengan pernapasan.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">Penyakit asma adalah<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p>Sumber :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/asma\">https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/asma<\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Asma? Penyakit Asma adalah\u00a0 salah satu masalah paru-paru yang membuat pengidapnya kesulitan bernapas akibat peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan. Tak hanya kesulitan bernapas, asma juga menyebabkan gejala lain seperti mengi, batuk-batuk, dan nyeri dada. Saluran pernapasan pada pengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan orang lain tanpa asma. Ketika paru-paru teriritasi akibat zat &#8230;.&nbsp;&nbsp;<a class=\" default\" href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2024\/06\/13\/apa-itu-penyakit-asma\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[13,6,45],"tags":[95,53,93,55,54,56],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4587"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4587\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}