{"id":3158,"date":"2022-12-29T08:03:01","date_gmt":"2022-12-29T08:03:01","guid":{"rendered":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/?p=3158"},"modified":"2022-12-29T08:03:01","modified_gmt":"2022-12-29T08:03:01","slug":"poliomyelitis-penyakit-virus-polio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2022\/12\/29\/poliomyelitis-penyakit-virus-polio\/","title":{"rendered":"Poliomyelitis Penyakit Virus Polio"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter  wp-image-3159\" src=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"472\" height=\"472\" srcset=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-scaled.jpg 2560w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-300x300.jpg 300w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-150x150.jpg 150w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-768x768.jpg 768w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-1536x1536.jpg 1536w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-2048x2048.jpg 2048w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-830x830.jpg 830w, https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/POLI-copy-230x230.jpg 230w\" sizes=\"(max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/\"><strong>Poliomyelitis &#8211;<\/strong><\/a> Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus.<\/p>\n<p>Polio dapat menyerang pada usia berapa pun, tetapi polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Pada awal abad ke-20, polio adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di negara-negara industri, melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun. Pada tahun 1950an dan 1960an polio telah terkendali dan praktis dihilangkan sebagai masalah kesehatan masyarakat di negara-negara industry. Hal ini setelah pengenalan vaksin yang efektif.<\/p>\n<h3><span id=\"Gejala_Tanda_dan_Masa_Inkubasi\">Gejala, Tanda dan Masa Inkubasi<\/span><\/h3>\n<p>Masa inkubasi virus polio biasanya memakan waktu 3-6 hari, dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari.<\/p>\n<p>Kebanyakan orang terinfeksi (90%) tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Pada kondisi lain, gejala awal yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.<\/p>\n<p>Adapun gejala Penderita polio dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Polio non-paralisis dapat mnyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit<\/li>\n<li>Polio paralisis menyebabkan sakit kepala, demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.<\/li>\n<li>Sindrom pasca-polio menyebabkan sulit bernapas atau menelan, sulit berkonsentrasi, lemah otot, depresi,\u00a0<u>gangguan tidur\u00a0<\/u>dengan kesulitan bernapas, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span id=\"Cara_Pencegahan\">Cara Pencegahan<\/span><\/h3>\n<p>Imunisasi merupakan tindakan yang paling efektif dalam mencegah penyakit\u00a0polio.\u00a0 Vaksin polio yang diberikan berkali-kali dapat melindungi seorang anak seumur hidup. Pencegahan penyakit polio dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian imunisasi polio pada anak-anak.<\/p>\n<p>Pencegahan penularan ke orang lain melalui kontak langsung (droplet) dengan menggunakan masker bagi yang sakit maupun yang sehat. Selain itu mencegah pencemaran lingkungan (fecal-oral) dan pengendalian infeksi dengan menerapkan buang air besar di jamban dan mengalirkannya ke\u00a0<em>septic tank<\/em>.<\/p>\n<p>Sumber :<br \/>\n<a href=\"https:\/\/infeksiemerging.kemkes.go.id\/penyakit-virus\/poliomyelitis-penyakit-virus-polio\/\">https:\/\/infeksiemerging.kemkes.go.id\/penyakit-virus\/poliomyelitis-penyakit-virus-polio\/<\/a><br \/>\nWHO Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Poliomyelitis &#8211; Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi &#8230;.&nbsp;&nbsp;<a class=\" default\" href=\"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/2022\/12\/29\/poliomyelitis-penyakit-virus-polio\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[13,6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3158"}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3158\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsbhayangkarabanjarmasin.co.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}